Archive for January, 2008

h1

Try this! It’s Hillarious!

January 30, 2008

Jadi ceritanya saya sedang iseng-iseng browsing internet untuk mencari gerakan Islam kanan atau kaum fundamentalisme Islam dan tanpa sengaja saya masuk ke sebuah Blog seseorang. Blognya sederhana namun secara substansial, benar-benar mengocok perut saya. Bagaimana tidak? Judulnya aja udah konyol: Indonebia yang singkatannya…Indonesia-Arabia. Tujuannya menegakan Syariat Islam di Indonesia melalui tulisan-tulisan yang sok-sok arab semisal menggunakan kata ana atau antum dan bukan saya atau anda. Manifestasinya tentu saja apa lagi kalau bukan Arabisasi mulai dari segi berpakaian yang harus kearab-araban, segala jenis pujian bagi laki-laki arab, mendukung poligami, mendukung FPI (Front Pembela Itil), memvonis mati kaum kafir hingga pendukung RUU anti-pornografi dan pornoaksi. Pokoknya penegakan syariat Islam harus sesuai ama budaya orang Arab deh!

Saya sudah pernah mengkritik pemikiran macam ini di entry yang berjudul Muslim Introspektif. Jadi saya tidak akan membahas lebih lanjut mengenai topik ini.

Ehem…terus terang saya ngakak abis-abisan membaca tulisan ini. Selain ternyata minat orang membaca blog tersebut kurang (ini terlihat dari jumlah comment di setiap entry yang hanya ada satu atau dua, itu juga saya curiga diisi oleh orang yang sama dengan yang memasukan entry), gaya tulisannya yang seolah-olah doi (yang entah dari rumah sakit jiwa mana) memiliki hak untuk mengatur dan memvonis mati orang-orang yang berseberangan di luar kelompoknya. Belum lagi keyakinan doi yang merasa pemegang kebenaran mutlak sebagai representasi muslim sejati karena menganggap budaya Arab adalah personifikasi Islam yang satu-satunya halal. Ini luar biasa naif atau luar biasa kurang ajar?

Intinya Indonebia adalah sebuah anti-thesis dari semua blog berkualitas di dunia maya. Saya juga tidak yakin blog tersebut ditulis oleh orang yang berpikiran waras. Saya memang tidak membaca secara rinci keseluruhan blog tersebut tapi yang jelas, saya sangat tidak merekomendasikan blog tersebut untuk dibaca oleh orang yang memiliki IQ di atas 17. Mungkin saja orang-orang yang menulis blog ini adalah sekelompok penikmat onani kolektif yang dengan sengaja menyebar benih-benih kebencian atas nama agama. Dude!

OMG PDA!!! Pantas saja dulu Allah SWT menurunkan wahyu Al-Quran ke orang Arab bukannya ke orang Aborigin atau Afrika Selatan sekalian! Terjawablah sudah misteri yang selama ini menyelimuti sejarah religi!

Untuk lebih jelasnya antum eh! anda bisa mengklik situs ini dan bersiaplah menjelajahi dunia Arab yang katanya akan menjamin anda masuk surga! Try it! It’s hillarious!

http://indonebia-online.blogspot.com/

Enjoy!

Advertisements
h1

Tahun Baru 2008 dan lagi-lagi sebuah Resolusi?!

January 6, 2008

new-year-2008.jpgTidak banyak yang saya capai tahun 2007 kemarin. Mengevaluasi hasil pencapaian saya yang begitu-begitu saja hanya bakal membuat saya lebih stress melihat ke belakang. Bagi saya, tahun 2007 adalah tahun yang membosankan bagi saya pribadi. Hampir tidak ada kejadian menarik bagi saya. Bagaimana tidak? Selain belum mendapatkan pekerjaan yang cocok, hidup saya pun kebanyakan saya luangkan untuk hal-hal yang kurang jelas dan cenderung terbuang percuma. seperti halnya bolak balik Bandung-Jakarta untuk mengikuti test pekerjaan dan interview namun hasil yang diraih pun nihil alias nol besar! Walhasil uang tabungan saya pun terkuras habis.

Namun tidak sepenuhnya kehidupan saya di tahun 2007 selalu gloomy. setidaknya saya menemukan hal-hal baru yang belum saya temui di tahun-tahun sebelumnya. seperti memulai kebiasaan membaca dan menonton film demi sebuah pencerahan bagi otak saya yang pas-pasan ini. bertemu kawan-kawan baru dan komunitas baru pun membuat networking saya semakin luas meskipun tidak dipungkiri komunitas baru tersebut juga rata-rata diisi oleh orang-orang yang bernasib sama seperti saya.Hehehe…

Urusan cinta dapat dikatakan nihil juga. Setelah mengalami kegagalan bertubi-tubi, tahun 2007 saya memutuskan untuk tidak memprioritaskan hal ini. bagi saya urusan yang satu ini well…it’s not a big deal. Why? Yah begitulah… Kurang interested saja. Jadi untuk apa dielaborate lebih lanjut?

Namun setelah pergantian tahun 2007 ke 2008 kemarin rasa-rasanya ada sebuah momentum baru untuk menginovasi diri saya menjadi individu yang lebih baik. salah satunya cara adalah dengan mencanangkan resolusi baru untuk tahun yang baru. Sebuah resolusi. sudah sangat umum diketahui bahwa orang memulai tahun baru dengan resolusi baru sama seperti alasan diatas.

Dahulu, saya tidak pernah mencanangkan resolusi apa pun setiap pergantian tahun karena saya percaya setiap hari kita bangun pagi merupakan sebuah resolusi baru supaya lebih baik dari hari kemarin. Entah kenapa tahun ini terasa berbeda. rasanya tidak ada salahnya mencanangkan sebuah resolusi bagi saya.Salah satunya adalah memulai hidup sehat seperti dulu lagi.

Saya ingat, hidup saya di tahun 2007 adalah masa-masa destruktif bagi tubuh saya. bayangkan, saya sudah sangat jarang sekali berolahraga. Makanan pun tidak pernah saya perhatikan karena mungkin merasa masih muda. Merokok jangan ditanya lagi. Minuman yah asal yang menghilangkan haus saja. Tidur selalu larut malam. Bangun selalu siang.kurang apa lagi?

Tahun 2008 saya berusaha untuk berubah. Mulai dari mengurangi rokok hingga berhenti total, berhenti minum-minuman beralkohol, mengkonsumsi makanan dan sayur-sayuran antioksidan, tidur teratur, dan yang paling penting mulai aktif berolah raga.

Bagi saya, kesehatan adalah investasi jangka panjang. Memulainya pun tidak perlu memerlukan pertimbangan finansial yang rumit dan mahal. hanya bermodalkan determinasi dan konsistensi dalam menjalankannya. hasilnya bisa dinikmati di hari tua. lihat saja generasi-generasi sebelum kita dapat hidup hingga umur rata-rata 90 tahun secara sederhana dan tidak perlu biaya besar. Padahal tantangan kesehatan dan bahaya penyakit yang mereka hadapi pun mungkin relatif sama besarnya seperti generasi sekarang. Bahkan mereka cenderung kesulitan menghadapinya karena tidak memiliki fasilitas dan teknologi seperti yang kita nikmati saat ini.

Kebutuhan akan kesehatan adalah sebuah keharusan. Pencapaiannya pun harus berasal dari kesadaran diri sendiri. sebuah self-conscience. Tantangannya adalah bagaimana kita bisa hidup sederhana dan fungsional tanpa melulu menuruti kerakusan kita.

Susah memang. Tapi it’s challenging and worth-trying koq. Wish me luck! 🙂