h1

DEPLU: Mission Impossible?

September 4, 2007

Akhirnya setelah dipending selama hampir 3 tahun, hari sabtu kemarin (1/9) saya mengikuti ujian masuk CPNS DEPLU 2007 sebagai Pejabat Diplomatik dan Konsuler (PDK). Sebenarnya alasan saya mengikuti tes ini karena memang sampai saat ini saya belum bekerja di perusahaan mana pun yang saya lamar. Selain karena memang saya rada picky tapi sebenarnya ada sedikit harapan untuk bekerja menjadi PNS di DEPLU. Meskipun jika dilihat dari kuantitas para pelamar yang hampir 10.000 orang dengan kuota penerimaan hanya 100 orang, ditambah lagi saya tidak memiliki kenalan sama sekali di departemen yang sarat dengan nepotism ini, chance saya mungkin hanya 1:1000. Rasa-rasanya hampir tidak mungkin saya bisa lolos hingga tahap terakhir.

Jadi apa yah yg membuat saya menjadi apatis? Sebenarnya saya sudah mempersiapkan ujian ini dengan belajar materi-materi kuliah yg terdahulu. Hanya saja banyak pertanyaan yg saya tidak antisipasi. Selain salah strategi, manajemen waktu saya pun terbilang jelek.

Dalam waktu 3 jam, saya terlalu banyak menjawab pertanyaan essay bahasa Indonesia yang hanya berbobot 30%. Pertanyaan bahasa Inggris yang berbobot 50% pun akhirnya hanya saya jawab singkat (tapi tidak padat) dalam waktu hanya satu jam saja. Terbengkalainya bagian ini memang kesalahan saya yg tidak saya perkirakan sebelumnya.

Memang, kalau dilihat dari materi pertanyaan yang mereka ajukan, semuanya adalah pertanyaan-pertanyaan pragmatis dengan bahasa koran biasa. As a consequence, orang awam yang sama sekali tidak tahu Hubungan Internasional pun bisa menjawabnya asal nalarnya jalan. Hanya saja saya tidak tahu apa yang mereka minta dari jawaban yg saya beri. Apakah dituntut objektifitas saya atau jawaban yang sesuai dengan kepentingan mereka? Misalnya pertanyaan mengenai Hak Interpelasi DPR mengenai dukungan RI di Dewan Keamanan PBB atas sanksi terhadap Iran. Saya ingat saya pernah menulis artikel mengenai ini dan mengirimnya ke koran. namun itu sudah lama sekali dan saya sudah lupa substansi pemikiran saya.

Banyak hal lain yang saya tidak antisipasi sebelumnya dalam ujian ini. Alih-alih mengantisipasi pertanyaan-pertanyaan seputar teori, yang saya dapati adalah pertanyaan-pertanyaan seputar UUD 1945 dan pidato kepresidenan. Blunder saya ada di bagian ini. Belum lagi sejarah Organisasi Internasional yang saya pelajari semacam ASEAN atau PBB yang hampir tiap tahun muncul sebagai pertanyaan “wajib” dalam test deplu ternyata tidak diajukan sama sekali. ASEAN pun hanya muncul dalam satu soal saja yang berbobot tidak terlalu signifikan.

Yah mungkin Deplu bukan jalan saya untuk meniti karir. Beruntung untuk lulusan S2, saya masih diberi kesempatan untuk mengikuti ujian ini hingga umur 32 tahun. which is 6 years left to go. Belajar dari pengalaman sebelumnya, semoga saja yang berikutnya saya bisa diberi kesempatan bekerja di departemen ini secara jujur🙂

8 comments

  1. Smoga loe keterima tahun ini dech jadi gak perlu mengulang lagih tahun-tahun berikutnya aminnnn


  2. hehehe…


  3. Gin! Kekekanmu mengandung alkohol. maxudnya memabukkan!huehehehe…


  4. Bener fin. pertanyaan tentang UUD dkk itu seperti jebakan Batman..sungguh menjebak! hiks…tapi kita tidak boleh berputus asa bro!


  5. Wakakaka….Jebakan Batman! Bener banget Yul! Sekali kita terjebak maka konsekuensinya sangat fatal sekali.hehehe…tp gpp bro! Better luck next time. at least kita dah ada pengalaman berkutat dengan test Deplu.


  6. Don’t Give up Man……
    Butuh 4 tahuin buat gw bisa nembus Deplu. (Mudah2 an lo gk butuh selama itu).
    Tapi, nepotisme??? gw pny latar belakang yang sama kok sama lo mengenai kenalan, but I’ve made it. so……..


  7. 4 tahun?man!yah kemaren sih pengalaman pertama gw.hehehe…insyaAllah dikasih kesempatan lebih cepet lagi buat masuk deplu.amin!


  8. Ngapain sih kepengen jadi PNS Deplu?
    Apakah kalau gak masuk Deplu jadi gak bisa menuangkan ilmu dan keahliannya yang banyak itu di dunia internasional?
    Jadi PNS berarti masuk ke dalam sistem/birokrasi yang saat ini “tidak profesional”.
    Percaya deh,saat ini belum ada reformasi birokrasi atau paling tidak belum menyentuh ke jajaran yang paling bawah ataupun yang di atas.
    Jadi PNS bukanlah segalanya
    percaya deh,aku udah ngerasain
    sangat banyak yang harus dibenahi
    mulai dari sistem sampai dengan SDM nya.



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: