h1

Oh my God! They’ve killed Kenny!

August 14, 2007

south-park-movie.jpgBelakangan ini saya sedang keranjingan menonton serial South Park. Entah sudah berapa episode sudah saya tonton sejak mengenalnya pertama kali lewat South Park the movie (Bigger, Longer and Uncut) yang dirilis tahun 1999. Awalnya saya tidak terlalu suka dengan serial ini jika melihat dari gambarnya yang crappy dengan teknologi animasi yang terkesan seadanya. Ceritanya pun agak berbelit-belit dengan alur yang sangat cepat. Namun saya mulai menyukainya sejak mengerti substansial ceritanya yang ternyata merupakan kritik sosial yang tajam (walaupun sedikit vulgar dan kasar). Hasilnya, kita harus mengerti pesan moral yang disampaikan di akhir cerita untuk dapat menutupi kekurangan teknik animasinya. Itulah tujuan utama yang ingin ditekankan oleh Trey Parker dan Matt Stone, sang arsitek serial South Park ini (Konon mereka berdua ini adalah orang nyentrik yang memiliki IQ 180), pada setiap individu yang menontonnya.

Serial ini bercerita mengenai kondisi sebuah kota kecil bernama South Park di Colorado, Amerika Serikat (AS). Berbeda dengan sinetron Indonesia yang selalu mengetengahkan gaya hidup yang glamour dan penuh mimpi, serial South Park menggambarkan kisah masyarakat AS yang termarjinalkan (baca: kelas menengah ke bawah). Walaupun dimanifestasikan dalam bentuk kartun (atau semi-kartun?), tokoh-tokoh dalam serial tersebut memiliki sifat dan karakter yang berbeda satu sama lain. Uniknya, tokoh utama dalam serial ini tidak dimonopoli oleh satu karakter saja (seperti kebanyakan film AS lainnya).

Ceritanya mengenai 4 anak kecil yang tinggal di South Park dengan latar belakang keluarga yang berbeda-beda. Stan Marsh, seorang anak tunggal yang memiliki ayah yang bekerja sebagai geologist dan ibu yang hanya bekerja sebagai ibu rumah tangga. Stan satu-satunya anak yang berkarakter dewasa dan bijak dibandingkan dengan teman-teman sebayanya. Kyle Brofolski, anak seorang imigran Yahudi yang taat namun sering mendapatkan streotip negatif mengenai agamanya yang juga merepresentasikan keadaan yang hampir sama di AS. Eric Cartman, satu-satunya tokoh menyebalkan yang paling saya benci dalam serial ini. Eric adalah anak yang berwatak keras, manja dan berpikiran dangkal. Dia menganggap bahwa dirinya adalah yang berpikiran paling dewasa diantara teman-temannya. Kenyataannya, dia adalah anak yang sangat mudah terpengaruh oleh lingkungan negatif di sekitarnya. Terakhir, Kenny McCormick, yang merupakan tokoh kesayangan saya dalam serial ini. Kenny adalah anak paling miskin di kota ini. Lahir dan besar dari pasangan orang tua yang hanya bekerja serabutan. Karakter Kenny adalah yang paling unik di antara semuanya. Selain dia selalu memakai penutup kepala hingga mukanya tidak terlihat seluruhnya, dia selalu tewas di hampir setiap episodenya. Parahnya, di setiap episode Kenny selalu tewas secara mengenaskan dengan bersimbah darah dan anehnya selalu muncul lagi di episode berikutnya. Tewasnya Kenny selalu diikuti oleh ritual sumpah serapah teman-temannya: “Oh my God! They’ve killed Kenny!”, “You Bastard!”. Kecuali di beberapa seri terakhir, karakter Kenny yang sudah mati “permanen” telah digantikan oleh Timmy, seorang anak yang memiliki keterbelakangan mental dan kesulitan komunikasi karena dia hanya bisa mengatakan namanya saja.

Yang membuat saya tertarik akan serial ini adalah kritik sosial yang tajam yang ditunjukkan di setiap episodenya. Mulai dari tewasnya Kenny McCormick di setiap episodenya hingga kritik yang berbau politik global. Alasan di balik ritual tewasnya Kenny diceritakan bahwa dia adalah anak yang paling miskin di kota South Park. Dalam kritiknya, ternyata hal itu merepresentasikan realitas sosial bahwa memang orang miskin di mana pun mereka berada selalu mati lebih dahulu dengan cara yang mengenaskan. Ironisnya, Kenny tidak hanya berada di South Park. Masih banyak Kenny-kenny lainnya di dunia ini yang tidak mendapatkan perhatian secara serius dari masyarakat. Dalam pesannya tersirat bahwa kemiskinan dapat dibilang sebagai salah satu solusi mengendalikan populasi yang sudah tidak bisa terkontrol (Overwhelming Population). Namun apakah anak-anak seperti Kenny tidak bisa hidup layak seperti halnya teman-teman sebayanya?

Memang tidak seharusnya anak-tipe-Kenny ini hidup di bawah garis kemiskinan apalagi dia tinggal di AS sebagai satu-satunya negara terkaya di dunia. Memang sintesis kapitalisme di AS menekankan perekonomian berbasis kompetisi agar orang dapat berkreasi dan berinovasi untuk kemajuan mereka. Namun konsep tersebut akan berakibat kontraproduktif bila kompetisi itu didasarkan oleh sifat ketamakan manusia. Memang benar kata Muhammad Yunus bahwa kemiskinan diciptakan oleh struktur, kebijakan dan sistem di masyarakat itu sendiri. Sistem itu pulalah yang selalu membunuh Kenny di setiap episodenya.

Meskipun dapat dianggap sebagai serial yang kontroversial, serial South Park ini selalu meramu humor sarkastik dan memparodikan isu-isu mutakhir seperti ketimpangan struktural antara si kaya dan si miskin. Seolah-olah kartun ini merupakan cermin sistem masyarakat kelas di AS. Bisa dikatakan bahwa kartu ini merupakan ejekan kepada kaum redneck yang merupakan stereotip orang Amerika yang bodoh. Lucunya, orang-orang bodoh yang digambarkan di serial ini adalah selalu orang-orang dewasa. Sementara itu, justru anak-anak seperti Stan, Kyle dan Kenny (kecuali Eric) adalah tokoh-tokoh yang mampu berpikiran rasional dan naif. Ternyata masalah-masalah yang selalu dilebih-lebihkan oleh kebanyakan masyarakat AS dapat diselesaikan secara efisien sesuai dengan mindset anak-anak seumuran mereka. Hasilnya bahkan dapat menginspirasi orang-orang dewasa di South Park untuk menyelesaikan masalahnya secara sederhana tetapi memiliki outcome yang maksimal. Memang terkadang setelah menonton serial ini, kita harus mengecek diri sendiri dan meyakinkan diri apakah kita bisa berpikiran senaif dan seefisien mereka.

Seandainya serial South Park disituasikan dengan kondisi di Indonesia mungkin tokoh Kenny McCormick tidak hanya dibuat satu tokoh saja kali yah? Hehehe…

One comment

  1. LHO!
    Kenny’s dead? Permanently??!! Fuck dem bastards, they killed KENNY!



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: