h1

7-7-07

July 16, 2007

Duh! Mestinya saya nulis judul ini sejak seminggu yang lalu bertepatan dengan tanggal tersebut. Dikarenakan disibukkan oleh banyak kegiatan, (kegiatan apa coba orang masih nganggur?), saya baru sempat menulis hari ini.

Nah ceritanya nih, saya sedang menonton acara infotainment di TV-yang hampir semua isinya seragam di setiap stasiun TV-dan melihat seorang artis menikah tepat pada tanggal tersebut dengan alasan bahwa tanggal itu dipercaya dapat memberikan hoki bagi pasangan yang menikah karena angka tujuh yang berurutan pada tanggal itu. Yah pasti udah pada tau lah ya siapa artis yang saya sebut. But eniwei, yang menarik bagi saya adalah tepat pada tanggal tersebut, digelar sebuah konser musik amal bertajuk “Live Earth” di Wembley Stadium, London yg menghadirkan artis-artis besar dunia. Konser amal ini sebenarnya sudah menjadi “tradisi global” yang digelar sejak tahun 2005 untuk menggugah kesadaran kolektif mengenai ancaman serius pemanasan global dan kerusakan lingkungan.

inconvinient-truth.jpgIsu pemanasan global dan konservasi lingkungan somehow, mengingat saya akan sebuah film dokumenter berjudul : An Inconvinient Truth, The Planetary Emergency of Global Warming and What we can do about it yang dirilis pada tahun 2006. Selain panjangnya yang luar biasa dari judul film ini, yang menarik lagi adalah pemunculan isu pemanasan global yang menjadi topik sentral dari film ini. Adalah Al Gore, mantan wakil Presiden AS pada masa Clinton, yang mencentus dan mengangkat masalah ini melalui media film dokumenter. Saya ingat ketika Al Gore mencalonkan diri sebagai Presiden AS dan bersaing dengan siapa-lagi-kalau-bukan Mr. Bush, Al Gore memiliki visi dan misi sebagai capres yang pro-lingkungan. Kenyataan bahwa dia kalah setelah melalui keputusan Mahkamah Agung-teori konspirasi lain menyebutkan bahwa para kaum industrialis AS merasa terancam dengan visi Gore dan memanipulasi hasil penghitungan suara-, tidak menyurutkan cita-citanya untuk membangun Bumi yang lebih bersih dan layak huni dengan menyosialisasikan pandangan-pandangannya disertai dengan bukti-bukti scientific yang akurat dan cara-cara kita untuk mengurangi ancaman tersebut juga dipaparkan di akhir line of cast.

Memang benar, seperti yg pernah akang Buzan postulatkan dalam teorinya mengenai Environmental Security, krisis lingkungan sebenarnya baru menjadi isu yang signifikan akhir-akhir ini setelah bencana Tsunami tahun 2004 dan terutama sekali setelah bencana badai terburuk Katrina yang melanda negara bagian New Orleans, AS pada tahun 2005. Banyak ahli yang menyebutkan bahwa gempa bumi dalam laut sebenarnya bisa distimuli melalui pengeboran minyak lepas pantai yang berlebihan yang dapat merusak pergerakan kerak bumi. Celakanya, sampai saat ini kita belum menemukan teknologi yang dapat memprediksi datangnya gempa bumi.

Untuk badai Katrina yang seharusnya tidak perlu terjadi sebesar itu sebenarnya mudah sekali diketahui penyebabnya, menurut penjelasan ilmiah di film itu, selama 150 tahun terakhir, dalam kecepatan yang menakjubkan, manusia telah memindahkan gas CO2-gas rumah kaca penyebab pemanasan Bumi- dari perut Bumi ke atmosfer dengan cara membakar minyak bumi sebagai sumber energi. Dalam satu hari, 70 juta ton CO2 berpindah ke atmosfer, menahan panas yang dipantulkan Bumi yang seharusnya lepas ke angkasa luar dan memantulkannya kembali ke permukaan Bumi. panas yang ditahan dan dipantulkan kembali ke permukaan Bumi ini disebut efek rumah kaca dan meningkatkan suhu Bumi dan laut. Nah, tentu kita semua sudah pada tahu bahwasanya laut yang hangat mudah sekali untuk menguap dan uap air laut hangat dalam jumlah yang sangat besar menguap ke langit dan membentuk awan kumulonimbus yang sangat masif. Bagi daerah yang bertekanan rendah dan sub-tropis seperti seperti AS, awan ini biasanya membentuk badai yang besar karena sedotan udara dari bawah yang luar biasa kuat. Semakin besar awan dan tekanan udara, semakin besar pula badai yang dihasilkan. Biasanya ini terjadi pada bulan-bulan peralihan musim panas menuju musim dingin. Bahkan imbas badai ini bisa juga dirasakan di negara-negara tropis di dekatnya yang tidak pernah mengalami topan sekalipun jika bencananya sudah sangat parah. Itulah yang menjelaskan kenapa badai Katrina dianggap sebagai badai yang paling parah sepanjang sejarah.

Terkadang saya berpikir bahwa manusia memang diciptakan satu paket dengan akal dan nurani. Tetapi mereka pun memiliki kemampuan untuk menciptakan kehancuran di bumi karena memiliki akal tersebut dan membiarkan nafsu mendominasi kegiatannya. Kenyataan inilah yang pernah menjadi alasan dasar bagi Jeffrey Lang untuk menjadi seorang Atheis. “untuk apa Tuhan menurunkan manusia ke bumi jika yang terjadi hanyalah kehancuran dan malapetaka?”, begitu katanya. Gaya hidup yang destruktif pun adalah soal politik. Tahun 1992, Presiden AS George Bush berteriak lantang “Gaya hidup kami bukan untuk dinegosiasikan” dalam sidang pleno Earth Summit di Rio de Janiero adalah indikasi bahwa kegiatan manusia baik itu bisnis maupun perang selalu menciptakan kehancuran dan penderitaan. Memang betul, bencana tidak datang karena sebuah coincidence tetapi ia datang karena diberi kesempatan oleh manusia itu sendiri.

Pada tanggal 7 bulan 7 tahun 2007 tepat ketika acara “Live Earth” berlangsung ribuan mil jauhnya dari tempat saya tinggal, saya merenung dan bertanya, apakah manusia adalah virus?

5 comments

  1. “I hate human, the smell of it”, begitu kata Agent Smith.
    Kalau hanya larut dalam pikiran, percuma sahaja. Mulai saja dengan melakukan penghematan dan daur ulang dari diri sendiri, lalu tularkan pada orang lain.

    Misalnya: saya yang sempet ngotot2an sama pedagang nasi goreng langganan deket kosan lama di depan SD Darul Hikam. “Jangan pakai Styrofoam dong, kan itu merusak lingkungan!”
    Si pedagang nasi goreng tersebut tetap memakai bungkus kertas coklat sampai akhirnya saya pindah tahun 2003. Waktu ke sana lagi, eh, dia pake styrofoam lagi…😦

    Misalnya: belanja bulanan di supermarket. Di kassa buru2 bilang “mbak nggak usah kantong plastik, saya bawa ransel kok.”
    Lalu kalo ada pengantri di belakang yang belanjaannya dikit, segera menambahkan dengan suara kencang “kan, kasihan lingkungan.”
    Begitu…

    hihihi. Norak yak? Bodo amat.

    BTW, saya ndak mau pindah wordpress. Ini aja udah kebanyakan blog.


  2. Thanks 4 d comment!ieu kumaha sih wordpress odeng kieu?oalaaaa!!!!


  3. njrot! tulisan anda sepertinya menarik. kenapa tidak dipublikasikan dalam bentuk… agitasi dan propaganda? buletin merah? atau apalah…revolusi budaya 18 tahap?


  4. Hahaha….Gelo siah maneh! Ntar gw kirim ke Harian Rakjat Merdeka deh.


  5. Hmmm gw setujuh dengan komen paling atas mule dari diri sendiri. Gw inget-inget lagihhhh, apa yah yang udah aku lakukan buat menyelamatkan lingkungan… PR besar buat gw sendiri…



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: